Buanglah jauh-jauh idealisme untuk mencintai produk dalam negeri dengan menonton sinetron Indonesia. Dengan pengecualian beberapa sinetron yang cukup berkualitas, apa yang didapatkan dengan menonton sinetron itu selain sampah? Bukannya hal-hal baik yang kita dapatkan, malah penyakit hati dan penyakit sosial yang menular. Sementara itu beberapa stasiun TV kita yang tercinta dengan bangga menayangkan acara-acara sampah itu dari pagi, siang, sore, malam, sampai pagi lagi. Semuanya penuh dengan sampah, di antaranya:
1. Tidak ada keaslian cerita, semua cerita begitu-begitu saja, biasanya tentang cinta, cinta dan cinta, makan tu cinta. Bahkan ada yang meniru atau sekadar mengadaptasi dari cerita yang ada, baik cerita daerah, atau asing.
2. Jalan ceritanya aneh dan dibuat-buat. Bayangkan satu sinetron yang membosankan saja dapat mencapai ratusan jam tayang bahkan ratusan episode, jadi cerita itu diputar secara kontinyu selama beberapa tahun.
3. Hanya menampilkan budaya kalangan atas dan sehingga menimbulkan pola hidup konsumtif bagi yang menikmati acara tersebut. Ini sangat berbahaya bagi masyarakat, terutama para penontonnya karena menumbuhkan angan-angan dan kemalasan, sementara keinginan memiliki kemewahan begitu besar.
4. Klise. Isinya kalau tidak perselingkuhan, kasih tak sampai si miskin pada si kaya, dikekang orang tua, atau kawin lari, ada juga ceerita yang mengungkapkan hubungan percintaan yang aneh dan persekongkolan keluarga.
5. Mengeksploitasi nilai-nilai kemanusiaan. Anak balita main sinetron yang kebayang kejar tayang.
6. Mistis. Gila saja, ada stasiun TV yang menayangkan sinetron mistis hampir sepanjang hari. Isinya dapat ditebak, persekutuan dengan siluman, perdukunan, hantu gentayangan, dan ustadz pemburu hantu. Yang ini seharusnya diluruskan oleh ahli agama nih…
7. Mengulang. Cerita pagi disiarkan lagi sore harinya, cerita kemarin disiarkan lagi hari ini, cerita minggu kemarin diulang minggu sekarang, bulan lalu disiarkan bulan ini, bahkan ada satu sinetron secara utuh diulang selang beberapa bulan saja.
8. Minus teknologi atau efek berlebihan. Cerita sinetron kayaknya bisa dibuat tanpa efek teknologi yang berarti, smua berjalan apa adanya. Sebaliknya ada penggunaan efek berlebihan. Liat aja kalo ada yang bertarung bunyinya jduk…jdukk begitu keras, bahkan sampai mengeluarkan cahaya atau asap. Aneh.
1.09.2009
Sampah Televisi (part 3)
08:50
Eldorido
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)






0 komentar:
Poskan Komentar